Indonesia merupakan bangsa yang majemuk yang terdiri dari berbagai macam ras, suku, agama, etnis, dan kebudayaan. semua itu menjadikan bangsa indonesia negara yang kaya akan budaya.
namun di sisi lain, Indonesia mempunyai tantangan besar dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia.
dengan adanya perbedaan tersebut, mudah sekali terjadi konflik yang mengarah pada perpecahan. perbedaan pendapat yang terjadi pun menjadi dalang terpecah belahnya suatu bangsa.
terutama dalam bidang beragama, seringkali terjadi konflik bahkan sampai terjadi kekerasan yang tidak diharapkan. perusakan tempat ibadah, pembantaian, dan pemboman yang terjadi seolah - olah menjadi lampiasan dendam siapa yang salah dan siapa yang benar. adanya fanatisme dalam beragama, menjadikan seseorang merasa agamanyalah yang paling benar. agama adalah pilihan pribadi yang tidak bisa dipaksa. setiap orang punya hak atas agama apa yang akan dipilihnya.
tindakan terorisme menjadi ancaman bagi setiap orang. mereka adalah yang fanatic dengan agama mereka. penyiaran agama seyoginya berjalan damai dan bebas tanpa paksaan. semua tokoh agama semestinya mengejar
peningkatan kualitas keagamaan umatnya, bukan kuantitas. Jika hanya
mengejar peningkatan kuantitas tanpa peningkatan kualitas, potensi
konfliklah yang makin membesar.
tindakan terorisme sudah sepatutnya mendapat hukuman yang sepadan dengan apa yang telah diperbuat. Maka jika perbuatan yang dianggap
dosa besar itu hanya diganjar hukuman yang tidak setimpal maka ada sebagian
masyarakat yang menilai hal itu tidak adil. Rasa ketidakadilan itu yang
kemudian merasuki massa, sehingga mereka beraksi.
Mencermati sensitivitas isu agama yang masih begitu rentan bagi terjadinya kekerasan, selain aparat Polri harus tegas, pemerintah juga perlu bertindak cerdas dan imparsial harus aktif mencegah. Karena itu, pemerintah harus bangkit dari tidurnya dan tidak selalu mengatakan bahwa semua ada aturannya.